Rabu, 24 Juli 2019

Instalasi listrik

Pekerjaan instalasi listrik dilakukan bersamaan dengan pekerjaan rangka plafond. Dimaksudkan instalasi adalah semua pendukung jaringan instalasi listrik antara lain pengadaan dan pemasangan pipa listrik, tee dus, kabel, saklar, stop kontak, lampu, panel listrik, dan perlengkapan lainnya. Instalasi listrik merupakan pekerjaan yang sangat penting dan perlu diperhatikan. Untuk itu harus benar – benar jeli pada waktu perencanaan dan pelaksanaannya, seperti pemilihan jenis kabel yang akan dipasang, diameter kabel, penempatan saklar, stop kontak, panel, sambungan – sambungan kabel dan perlengkapan yang lain.
A. Instalasi Titik Lampu
Jumlah seluruh lampu adalah 21 titik. Cara menghitung volume titik lampu adalah menjumlahkan semua lampu baik yang ada di dalam dan luar ruangan (taman) yang tertera pada denah bangunan dengan satuan titik (ttk).

B. Instalasi Titik Daya Stop Kontak
Jumlah pasangan stop kontak adalah 10 titik. Cara menghitung volume titik daya stop kontak adalah menjumlahkan semua pasangan stop kontak, baik yang ada di dalam dan di luar ruangan dengan satuan titik (ttk).


C. Lampu
Lampu yang biasa dipasang di rumah, antara lain lampu pijar dan lampu taman.



1. Lampu Pijar
Ruangan yang akan dipasang lampu pijar ada 16 buah. Cara menghitung volume lampu pijar adalah menjumlahkan semua ruangan yang akan dipasang lampu pijar baik yang di dalam dan luar ruangan pada denah bangunan dengan satuan buah (bh).

2. Lampu taman
Jumlah lampu taman yang akan dipasang pada taman baik taman dalam rumah atau luar adalah 5 buah. Volume lampu taman dihitung dengan cara menjumlahkan semua lampu taman, baik taman dalam rumah maupun luar rumah dengan satuan buah (bh).


D. Panel Listrik
Untuk rumah yang sederhana dan tidak bertingkat cukup dipasang satu buah panel listrik. Jumlah panel listri yang akan dipakai pada rumah ini adalah 1 buah. Volume panel listrik dihitung dengan cara menjumlahkan panel listrik yang akan dipasang dengan satuan bauah (unit).


E. Penyambungan Daya Lisrik ke PLN
Satuan dalam menghitung volume daya listrik umumnya dengan lum sum (Ls). Volume penyambungan daya listrik ke PLN diperkirakan menurut daerah lokasi penyambungan daya listrik dan kebutuhan daya listrik untuk rumah tersebut. Untuk rumah sederhana dan tidak bertingkat biasanya memakai daya listrik antara 900 watt sampai 1.300 watt tergantung peruntukannya.

Rabu, 17 Juli 2019

jenis produk rakitan berteknologi listrik

JENIS PRODUK RAKITAN BERTEKNOLOGI LISTRIK

1.    SETRIKA LISTRIK
Prinsip kerja setrika listrik adalah mengubah energi listrik menjadi energi panas melalui elemen pemanas

Bagian penting setrika listrik
a.     Elemen pemanas berbahan nikrom (nikel krom = titik leleh 1400oC)
b.    Switch & Heater
       Switch otomatis/termostat terbuat dari bimetal yaitu dua keping logam yang angka muainya berbeda kemudian dijadikan satu.

2. kompor listrik
Prinsip kerja kompor listrik hampir sama dengan setrika listrik yaitu mengubah energi listrik menjadi energi panas melalui elemen pemanas


3.    Lampu Pijar
Sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus listrik ke filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. Filamen yang digunakan pada lampu pijar terbuat dari wolfram yang merupakan unsur logam dengan titik leleh 3400C
4.loudspeaker


Prinsip kerja loudspeaker dalam menterjemahkan sinyal listrik menjadi suara yang dapat didengar, Speaker memiliki komponen Elektromagnetik yang terdiri dari Kumparan yang disebut dengan Voice Coil untuk membangkitkan medan magnet dan berinteraksi dengan Magnet Permanen sehingga menggerakan Cone  Speaker maju dan mundur. Voice Coil adalah bagian yang bergerak sedangkan Magnet Permanen adalah bagian Speaker yang tetap pada posisinya. Sinyal listrik yang melewati Voice Coil akan menyebabkan arah medan magnet berubah secara cepat sehingga terjadi gerakan “tarik” dan “tolak” dengan Magnet Permanen. Dengan demikian, terjadilah getaran yang maju dan mundur pada Cone Speaker.

Cone adalah komponen utama Speaker yang bergerak. Pada prinsipnya, semakin besarnya Cone semakin besar pula permukaan yang dapat menggerakan udara sehingga suara yang dihasilkan Speaker juga akan semakin besar.

Suspension yang terdapat dalam Speaker berfungsi untuk menarik Cone ke posisi semulanya setelah bergerak maju dan mundur. Suspension juga berfungsi sebagai pemegang Cone dan Voice Coil. Kekakuan (rigidity), komposisi dan desain Suspension sangat mempengaruhi kualitas suara Speaker itu sendiri.

Jenis-jenis loudspeaker
a.     Speaker Tweeter, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Tinggi (sekitar 2kHz – 20kHz)
b.    Speaker Mid-range, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Menengah (sekitar 300Hz – 5kHz)
c.     Speaker Woofer, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Rendah (sekitar 40Hz – 1kHz)
d.    Speaker Sub-woofer, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi sangat rendah yaitu sekitar 20Hz – 200Hz.

5.    Televisi
       Televisi tabung atau CRT (cathode ray tube) bekerja dengan cara menerima gelombang elektromagnetik dan merubahnya menjadi gambar dan suara sekaligus. Gelombang elektromagnetik memiliki banyak kesamaan dengan gelombang yang lain, yaitu dapat merambat, dapat dipantulkan dan dapat dibiaskan.

Prinsip kerja televisi mula-mula katoda tabung dipanaskan oleh pin heater sekitar 6v AC hingga elektron mudah ditembakkan, elektron ini diarahkan oleh magnetik D-Y yoke ke arah permukaan tabung yang dilapisi oleh fosfor RGB; Red,Green,Blue. Elektron-elektron ini akan ditembakkan sesuai dengan input, pada kaki-kaki katoda tabung gambar. Dalam hal ini yang berhubungan langsung dengan bagian IC video AMP/Transistor penguat akhir pada PCB CRT. Apabila lapisan katoda dipanasi maka permukaan katoda dengan mudah melepaskan elektron-elektronnya. Pada TV berwarna bagian electron guns (senapan elektron) digunakan tiga senapan elektron dengan tiga jenis fosfor yang masing-masing menghasilkan warna merah, biru, dan hijau. Celah di antara senapan elektron dan layar berlapis fosfor menjamin bahwa berkas elektron dari senapan mengenai fosfor dengan tepat. Warna merah, biru, dan hijau adalah warna dasar atau warna primer, yang jika digabungkan dengan perbandingannya intensitas yang tepat akan menghasilkan berbagai warna

6.    Kulkas/Lemari Es
Hukum Termodinamika dalam Fisika berlaku untuk prinsip kerja lemari es. Energi panas (listrik) ditransfer ke dalam lemari es untuk menjadi cairan dingin yang melewati sebuah mesin evaporator
Komponen-komponen Kulkas
a.     Kompresor, merupakan unsur terpenting yang berfungsi untuk memompa bahan pendingin ke seluruh bagian.

b.    Kondensor, berfungsi sebagai alat penukar kalor dalam proses perubahan wujud gas bahan pendingin, yang pada suhu dan tekanan tinggi diubah menjadi wujud cair.

c.     Filter, yang berfungsi sebagai penyaring kotoran yang mungkin terbawa masuk aliran pendingin ke kulkas setelah proses sirkulasi.

d.    Evaporator, memiliki fungsi untuk menyerap kalor dari benda yang dimasukkan, kalor yang sudah terhisap akan mendinginkan bahan makanan itu.

e.     Thermostat, berperan sebagai pengatur kerja kompresor secara otomatis berdasar pada batasan suhu di setiap bagian kulkas.

f.     Heater, berguna untuk mencairkan bunga es yang terbentuk di dalam evaporator.

g.    Fan Motor, digunakan untuk menghembuskan udara dingin dari evaporator ke seluruh bagian kulkas dan mendorong udara melalui kompresor.

h.    Overload Motor Protector, berguna sebagai pelindung komponen #listrik dari kerusakan apabila arus listrik yang dihasilkan kompresor melebihi normal.

i.     Bahan Pendingin (Refrigerant), berwujud sebagai zat yang mudah diubah bentuknya dari wujud gas menjadi wujud cair, atau sebaliknya.

http://naufalmjd.blogspot.co.id/2015/10/rekayasa-listrik.html

Pembuatan produk instalasi listrik

Tahapan Pembuatan Papan Instalasi Listrik menggunakan sakelar
1. Perencanaan

  • Identifikasi Kebutuhan
Papan instalasi listrik menggunakan sakelar bisa dibuat dengan mengubah sebagian model papan instalasinya dan juga penempatan dan jumlah lampu yang digunakan bisa diubah sesuai selera masing-masing.
  • Perencanaan Fisik
Pembuatan berdasarkan bahan dan alat yang tersedia di lingkungan kalian, dan dibuat dengan penuh tanggung jawab dengan memperhatikan prinsip kerja.

2. Persiapan

  • Ide/gagasan
Pembuatan papan instalasi listrik menggunakan sakelar menggunakan kardus sebagai rangka bangunan. Peralatan listrik untuk rangkaiannya. Kabel sebagai penyambung arus listrik.
  • Keselamatan kerja
Perhatikanlah:
  1. Hati-hati menggunakan peralatan
  2. Perhatikan bagian-bagian instalasi listrik yang akan dirangkai dengan baik karena kesalahan akan mempengaruhi hasil rangkaian
3. Bahan dan peralatan
Bahan:

  • Lampu lombok
  • Stand lampu lombok 
  • Sakelar on/off
  • Isolasi 
  • Lem
  • Terminal sambungan kabel
  • Kabel
  • Colokan jantan
  • Dos / kardus bekas
Alat:
  • Obeng 
  • Pisau / cutter 
  • Gunting
Proses pembuatan:
1. Siapkan dos/kardus bekas, potong hingga membentuk persegi panjang 35 cm X 50 cm (sesuai ukuran dos yang dipakai) kemudian buat sketsa rumah menggunakan isolasi untuk membagi ruangan seperti gambar berikut. (bisa dibuat sesuai keinginan masing-masing).
2. Potong kabel sepanjang 15 cm yang akan digunakan sebagai kabel penghubung arus listrik (gunakan kabel serabut warna merah putih).
4. Siapkan lagi kabel serabut (warna merah putih), kemudian potong dengan panjang 4 cm sebanyak 3 potong dan pisah kabel merah dengan kabel putih menggunakan pisau atau cutter.
5. Siapkan terminal sambungan kabel yang akan digunakan untuk membagi arus listrik, kemudian potong hingga yang tersisa hanya 8 lubang.
6. Ambil salah satu potongan kabel merah dan gabung dengan kabel merah pusat arus listrik, kemudian masukkan ke dalam lubang nomor 1 pada terminal pembagi dan kencangkan bautnya.
7. Ambil salah satu potongan kabel putih dan gabung dengan kabel putih pusat arus listrik, kemudian masukkan ke dalam lubang nomor 2 pada terminal pembagi dan kencangkan bautnya.

8. Ambil kembali satu kabel merah 4 cm dan gabung dengan ujung kabel merah yang pertama, kemudian masukkan ke lubang nomor 3 pada terminal pembagi dan kencangkan bautnya.

9. Ambil kembali satu kabel putih 4 cm dan gabung dengan ujung kabel putih yang pertama, kemudian masukkan ke lubang nomor 4 pada terminal pembagi dan kencangkan bautnya.
10. Gabung lagi kabel merah 4 cm yang terakhir dan gabung dengan ujung kabel merah yang kedua kemudian masukkan ke lubang nomor 5 dan kencangkan bautnya.
11. Gabung lagi kabel putih 4 cm yang terakhir dan gabung dengan ujung kabel putih yang kedua kemudian masukkan ke lubang nomor 6 dan kencangkan bautnya.
12. Pasang ujung kabel merah di terminal pembagi pada lubang nomor 7 dan kencangkan bautnya.
13. Pasang ujung kabel putih di terminal pembagi pada lubang nomor 8.
Terminal pembagi arus listrik sudah selesai

14. Untuk membuat stand sakelar on/off, siapkan kardus/dos bekas kemudian potong dengan ukuran 2 X 3 cm dan 3 x 4 cm masing-masing sebanyak 2 buah dan lubangi sesuai ukuran sakelar on/off.

15. Oleskan lem pada kedua potongan kardus/dos ukuran 2 x 3 cm dan tempel hingga menjadi satu.

16. Pasang sakelar pada lubang potongan kardus/dos ukuran 2 x 3 cm yang sudah disatukan, oleskan lem pada bagian bawah kemudian pasang potongan kardus/dos 3 x 4 cm.

17. Untuk potongan kardus/dos ukuran 3 x 4 cm yang kedua, buat ruang untuk kabel.

18. Oleskan lem pada potongan kardus tersebut, tempelkan pada potongan kardus yang di sakelar.

Stand sakelar pertama sudah siap digunakan.
Perhatikan gambar;

19. Untuk sakelar ke-2, ke-3 dan ke-4, ulangi langkah 14 sampai 19.

20. Siapkan sakelar, atur posisi sakelar dengan terminal dan posisi sakelar dengan stand lampu, kemudian potong kabel sesuai jarak antara terminal pembagi arus dengan posisi lampu (sakelar pertama untuk ruang dapur).

21. Potong kabel biru sesuai jarak sakelar dengan terminal pembagi arus dan pisah dari kabel putih, kemudian pasang kabel biru pada sakelar. (lihat gambar di bawah).
22. Pasang ujung kabel biru yang terpisah ke sakelar dan ujung yang lainnya ke terminal pembagi arus, kencangkan bautnya (lubang nomor 1).
23. Pasang ujung kabel putih ke terminal pembagi arus dan kencangkan bautnya (lubang nomor 2).

24. Masukkan ujung kabel dari terminal dan sakelar ke lubang kardus/dos yang sudah disiapkan (lubang di bawah sakelar), kemudian munculkan kembali ke permukaan kardus/dos di lubang posisi stand lampu.


25. Siapkan stand lampu lombok dan terminal sambungan kabel, kemudian pasang kabel stand lampu pada terminal sambungan kabel dan kencangkan bautnya.

26. Pasang ujung kabel dari sakelar ke terminal sambungan kabel.


Sakelar nomor 1 siap digunakan (sakelar 1 untuk ruang dapur).

27. Untuk sakelar ke-2, ke-3 dan ke-4, ulangi langkah 20 sampai 26.
28. Pasang lampu lombok untuk setiap stand lampu.


29. Nyalakan lampu dengan cara tekan sakelar on/off.


a. Sakelar 1 untuk lampu 1 (ruang dapur)
b. Sakelar 2 untuk lampu 2 (kamar)
c. Sakelar 3 untuk lampu 3 (ruang tamu)
d. Sakelar 4 untuk lampu 4 (teras)

Sumber : http://www.imron.web.id/2018/04/membuat-papan-instalasi-listrik-menggunakan-sakelar-di-rumah-tinggal.html

http://apriliandito.blogspot.com/2018/07/pembuatan-produk-instalasi-listrik.html

 
biz.